Tampilkan postingan dengan label Kutipan Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2016

‘Kutipan-kutipan Indah dalam Novel Edensor’


...
Edensor adalah novel vaforitku. Sejak pertama kali membacanya pada tahun 2008 hingga sekarang, mungkin sudah ada sepuluh kali kubaca buku ketiga dari Andrea Hirata itu. Bersama Edensor, saya hanyut dalam renungan, menjadi termotivasi, kadang juga merasa tersentil dan sering juga ditatap aneh oleh Mama karena tertawa-tawa sendiri bersama sebuah bacaan.
.
Ada beberapa kutipan dalam novel Edensor ini yang menjadi vaforit saya. Saya menuliskannya kembali bukan berdasarkan urutan posisinya dalam buku, tapi berdasarkan yang paling saya suka.



. “Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda marabahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium : meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup.”